Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Harga Turun dan Terkendali, Maret Berpotensi Deflasi

Jakarta, 11/03/2013 MoF (Fiscal) News - Laju inflasi pada Bulan Maret diproyeksi relatif terkendali dan stabil. Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo memproyeksikan, deflasi berpeluang terjadi pada Bulan Maret 2013. Ia menilai, deflasi akan terjadi sehubungan dengan membaiknya harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti harga emas yang mengalami penurunan bulan ini. Hal ini ia sampaikan pada Jumat (8/3) di Jakarta.

Ia menambahkan, deflasi pada Maret juga akan terdorong dengan potensi  turunnya harga minyak goreng. Meski demikian, inflasi masih berpotensi terjadi menyusul adanya rencana kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilo gram (kg) sebesar 35 persen. "Saya kira harga akan terjaga di Maret ini, bahkan sebagian besar deflasi sekitar 0,2 persen. Tapi kalau elpiji naik 35 persen bisa mendorong inflasi 0,5 persen karena masyarakat mengapresiasinya," ungkap Sasmito. Menurutnya, elpiji 12 kg telah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. "Apabila harganya naik, ini bisa berdampak besar terhadap inflasi. Kenaikan harga gas itu dapat menjadi pemicu lonjakan inflasi," imbuhnya. Pihaknya juga mengungkapkan, pendorong lain terjadinya inflasi adalah  stok bawang merah dan bawang putih yang terbatas.

Ia melanjutkan, inflasi dapat terhindarkan jika PT Pertamina menangguhkan kenaikan harga elpiji 12 kg yang rencanaya akan berlaku Maret ini. Dengan penundaan kenaikan harga elpiji, menurutnya, hal tersebut dapat menekan laju inflasi sebesar 0,5 persen. Ia meyakini, Pertamina akan mendapat dukungan penuh bila dapat menangguhkan rencana kenaikan harga elpiji 12 kg.(ak)