Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Hasil Operasi Bersinar 2016, DJBC Sukses Tegah 52,92 Kilogram Methamphetamine

Jakarta, 06/04/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melaksanakan operasi Bersinar 2016 (Berantas Sindikat Narkoba). Dari operasi ini, beragam jenis narkoba berhasil ditegah yaitu, Kristal  bening diduga Methamphetamine seberat 52,92 kilogram, 3,995 butir ekstasi, 320 gram Hashish, 6 gram Ketamine dan 19,84 gram Ganja.


Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam konferensi pers di Cirebon pada Rabu (06/04), sesuai tugas dan fungsinya, Kementerian Keuangan mendapatkan tugas dari Presiden RI Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba. Upaya Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tersebut sesuai dengan instruksi Presiden yang menyatakan perang terhadap kejahatan narkoba.


Operasi Bersinar telah dilakukan pada 15-31 Maret 2016 dan dilaksanakan di seluruh daerah di penjuru tanah air yang dianggap rawan penyelundupan narkotika. Operasi ini melibatkan seluruh kantor Bea Cukai yang difokuskan pada kantor-kantor dengan risiko tinggi penyelundupan narkotika. Target utama dalam operasi gabungan ini adalah sindikat jaringan narkoba, bandar, kurir, pemodal peracikan narkoba, pengguna, serta penyalahguna. Barang bukti dan tersangka selanjutnya diserahkan kepada Polri dan BNN, untuk pengembangan dan penyidikan kasus lebih lanjut.


Sebagai informasi, Penyelundupan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) yang terjadi di Indonesia banyak masuk melalui negara tetangga yaitu Malaysia. Sebanyak 70% kasus penegahan NPP periode Januari - Maret 2016 berasal dari Malaysia, sedangkan sisanya berasal dari Taiwan, Iran, Singapura, Belanda, dan Nigeria. (as)