Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Hemat Belanja Subsidi, Kemenkeu Dukung Permen ESDM Nomor 9/2014

Jakarta, 17/04/2014 MoF (Fiscal) News – Kementerian Keuangan mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang akan dilakukan khusus pada golongan tertentu, dengan sasaran pada penggunaan daya yang besar atau golongan tarif non-subsidi. Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mendukung keputusan Kementerian ESDM yang telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM nomor 9/2014.


Peraturan tersebut mengatur tentang penghapusan subsidi listrik bagi pelanggan listrik industri I3 (daya di atas 200 kVA) yang berbentuk perusahaan terbuka dan I4 (daya di atas 30.000 kVA). "Dengan pencabutan subsidi listrik secara bertahap, keuangan negara akan mengalami penghematan sampai Rp9 triliun," katanya, di sela acara Coffe Morning yang bertajuk "Sosialisasi Permen ESDM Nomor 09 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik" di Jakarta, Kamis (17/4).


Meski dapat menghemat belanja subisidi, namun ia mengakui perlunya dilakukan langkah berupa pendekatan secara psikologis kepada berbagai kalangan. "Ini perlu pendekatan secara psikologis, tapi nantinya akan mengurangi secara signifikan anggaran (subsidi) energi di masa depan," kata Bambang. Oleh karenanya, ia berharap, Kementerian ESDM dapat merancang insentif bagi industri unggulan. "Ini supaya dunia usaha dapat merasa bidang usaha mereka itu dihargai, jadi harus diberikan insentif," jelasnya. (ak)