Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Hingga 5 Oktober, Penerimaan Bea dan Cukai Capai 116 Triliun

Jakarta, 07/10/2015 Kemenkeu - Hingga 5 Oktober 2015, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatatkan realisasi penerimaan sebesar Rp116 triliun. Angka ini merupakan 59,5 persen dari target dalam APBN-P yang sebesar Rp194 triliun. Realisasi tersebut meliputi penerimaan cukai sebesar Rp89,3 triliun, bea masuk sebesar Rp23,5 triliun, dan bea keluar sebesar Rp3,07 triliun.


Menurut Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai DJBC Sugeng Aprianto, hingga akhir tahun DJBC akan terus berupaya maksimal untuk mencapai target sebesar 95 persen, dengan berbagai usaha lebih.


Berbagai upaya yang siap dilakukan oleh DJBC dalam tiga bulan terakhir untuk mengejar penerimaan adalah melakukan intensifikasi berupa koreksi ulang dan melakukan upaya audit terhadap importir wajib pajak, sebagai upaya penelitian komprehensif terhadap bea masuk dan bea keluar untuk mencari tambahan penerimaan. “Dengan kata lain, terdapat fiscal recovery, tidak hanya di front desk pelabuhan tapi juga post clearance,” katanya di Jakarta pada Selasa (06/10).


Selain itu, upaya lainnya adalah mendorong tindakan pencegahan dan pengawasan terhadap barang-barang ilegal yang membahayakan masyarakat dari segi konsumsi dan merugikan penerimaan cukai yang wajib dilaporkan kepada negara.


Sementara itu, optimalisasi dari segi pengawasan antara lain upaya patroli DJBC untuk menggiring kapal-kapal masuk ke pelabuhan resmi dan membayar bea. Dari sisi cukai, upaya dengan melakukan penindakan besar-besaran baik rokok maupun miras ilegal. Dari berbagai penindakan tersebu, diharapkan proses bisnis ilegal itu dapat ditekan seminimal mungkin. (as)

 

Sumber: Ditjen Bea dan Cukai