Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Holding BUMN, Untuk Tingkatkan Kontribusi BUMN

Jakarta, 08/12/2017 Kemenkeu - Proses Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan mampu meningkatkan leverage kontribusi BUMN kepada Negara. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Isa Rachmatarwata saat menjadi narasumber dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Selasa lalu (05/12) di Ruang Serbaguna Abdulgani, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Kementerian Keuangan berharap 1 rupiah yang dibelanjakan oleh Negara mampu menghasilkan pendapatan 2 atau 3 rupiah. Semen Indonesia sebagai hasil holding BUMN telah membuktikannya,” ujar Dirjen KN.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dengan dilakukannya holding BUMN, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. “Banyak kepentingan sosial dan pembangunan yang memerlukan anggaran, yang secara komersial tidak mungkin dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Kementerian Keuangan harus berpikir strategis untuk menyatukan kapasitas tanpa perlu mengeluarkan uang lagi melalui APBN. Uang APBN dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih penting dalam pembangunan di daerah,” jelas Dirjen KN.

Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah tidak akan menjual induk usaha holding BUMN yang sudah terbentuk, salah satunya holding tambang. "Tidak kita jual (holding). Buktinya Semen Indonesia tidak dijual, tapi kita mau bangun lebih besar lagi," tegasnya.

Sebagai informasi, forum diskusi ini turut menghadirkan dua narasumber, yaitu Staf Khusus Menteri BUMN, Wianda Pusponegoro dan Corporate Secretary PT Semen Indonesia, Agung Wiharto. (rsa/rsa)