Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

IMF Menilai Positif Sinergi dan Bauran Kebijakan Indonesia Atasi Pandemi

Jakarta, 03/03/2021 Kemenkeu - Dana Moneter Internasional / International Monetary Fund (IMF) dalam laporan Article IV Consultation tahun 2020 yang  dirilis Rabu (03/03), menilai positif sinergi dan bauran kebijakan di Indonesia dalam menghadapi pandemi.

Dikutip dari situs Bank Indonesia (BI), yang dinilai positif adalah kebijakan pengendalian pandemi di sektor kesehatan, stimulus fiskal, moneter akomodatif, pelonggaran kebijakan makro dan mikroprudensial serta kebijakan burden sharing Bank Indonesia dengan Pemerintah.

Lebih rinci, catatan positif makroekonomi diberikan untuk pertama, komitmen otoritas mengembalikan batas atas defisit fiskal sebesar 3% pada 2023 secara gradual. Kedua, kebijakan moneter akomodatif dengan tetap memperhatikan tingkat inflasi, melalui kebijakan suku bunga rendah dan pembelian SBN oleh BI dalam kondisi extraordinary saat ini. Ketiga, reformasi struktural dengan penerapan omnibus law dan pengembangan infrastruktur untuk mendukung pemulihan ekonomi.

IMF memproyeksikan perbaikan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berlanjut, seiring dengan program vaksinasi COVID-19 dan strategi kebijakan yang terkoordinasi. IMF mencermati faktor risiko terkait kondisi pandemi COVID-19 yang dapat berlangsung lebih lama, potensi kerentanan di sektor perbankan dan korporasi non keuangan terkait kualitas aset ketika dilakukan normalisasi dukungan kebijakan dan pengetatan kondisi keuangan global. Selain itu, risiko perubahan iklim yang dapat kembali mengganggu perekonomian dan menambah beban fiskal.

Bank Indonesia, Pemerintah dan otoritas terkait akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional. Hal itu dilakukan melalui pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, melanjutkan stimulus moneter dan makroprudensial, serta mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional. (BI/nr/ip)