Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Managing Director IMF Christine Lagarde menyampaikan keynote speech pada Annual Meeting Plenary Session dalam rangkaian Kegiatan International Monetary Fund - World Bank Group Annual Meetings 2017 di Washington DC pada Jumat (13/10).

IMF-WB AM 2017 Berakhir Optimis

Washington DC, 16/10/2017 Kemenkeu - International Monetary Fund - World Bank Annual Meetings 2017 (IMF-WB AM 2017) yang dihadiri oleh 189 negara berakhir optimis. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyambut baik hasil pertemuan tersebut.  

Sri Mulyani menyampaikan, dari berbagai pertemuan, ada kabar baik yang muncul di tengah masih adanya ketidakpastian ekonomi dunia seperti diumumkan oleh Managing Director IMF Christine Lagarde yaitu adanya pemulihan ekonomi yang berpengaruh terhadap ekspor dan penciptaan kesempatan kerja.

"Presentasi dari Lagarde bahwa kondisi ekonomi dunia tahun ini dan tahun depan akan meningkat cukup drastis. Ada recovery yang cukup positif. Tahun 2017 (3,6%) dan 2018 (3,7%). Jadi, ada momentum yang sangat kuat, ini berita baik untuk banyak negara yang akan berpengaruh terhadap permintaan ekspor dengan demikian akan terjadi penciptaan kesempatan kerja," ungkap Sri Mulyani usai pertemuan di Kantor Pusat Bank Dunia, Sabtu, (14/10).

Sementara, risiko yang harus dihadapi adalah kenaikan produktivitas yang masih terbatas sehingga pemulihan ekonomi tak bisa dianggap sempurna. Selanjutnya, masih ada ancaman kemungkinan terjadi reverse capital outflow karena kebijakan normalisasi moneter dari negara maju. Kondisi geopolitik yang berpotensi menimbulkan gejolak atau menganggu momentum pemulihan itu.

"Untuk negara, sebaiknya gunakan momentum yang cukup positif untuk makin melakukan reformasi dalam rangka peningkatan ekonomi masing-masing," tegas Sri Mulyani.

Sementara itu, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim melaporkan hasil penelitian mengenai human capital. Sebuah laporan yang fokus pada pendidikan, sehingga bisa membantu negara berkembang untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju.

"Bank Dunia juga fokus pada pekerjaan masa depan karena dengan adanya teknologi robot otomatisasi diperkirakan banyak sekali kesempatan kerja akan hilang (atau) dihilangkan atau terkompetisikan dengan otomatisasi. Pertanyaannya, bagaimana negara menyiapkan teknologi yang berubah sangat cepat?," terang Sri Mulyani. 

Sri Mulyani juga menyampaikan isu yang berkembang di internal IMF dan Bank Dunia yaitu paket kenaikan modal dari para pemegang saham untuk pelaksanaan berbagai tugas, yang diharapkan bisa disetujui tahun depan. 

Pada pertemuan G20, Sri Mulyani mengatakan sambutan Gubernur Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen mengenai arah kebijakan suku bunga acuan dengan mempertimbangan kondisi ekonomi terkini dan inflasi. 

Dalam pembahasan cyber security banyak negara yang merasa ini sebagai ancaman serius karena menyerang keamanan sektor keuangan. "Perlu langkah bersama agar G20 terus mewaspadai dan melihat ancaman dari sistem keuangan melalui serangan cyber security. Ini akan diusulkan jadi salah satu topik di bahas G20 ke depan," imbuhnya. 

Sri Mulyani juga menjadi pembicara utama dalam pembahasan pajak dengan menyampaikan kebijakan reformasi pajak, program pengampunan pajak hingga persiapan AEOI dan fenomena e-commerce.

"Paling menonjol adalah munculnya fenomena e-commerce, dimana semua menkeu akan dilakukan kajian lebih mendalam mengenai respon para menkeu terhadap tren yang semakin basis digital. Bagaimana dari sisi policy dan perpajakan. Salah satu yang paling penting adalah memperluas konsep perusahaan sebagai (bentuk) fisik namun juga kegiatan ekonomi," pungkasnya. (mj/nr)