Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Impor Produk Makanan dan Minuman Ancam Industri Nasional


 

Jakarta, 24/08/2010 MoF (Fiscal) News - Produk makanan dan minuman impor kian menggempur pasar Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, Senin (23/08).

 

“Temuan itu merupakan hasil pengembangan selama enam bulan dari enam kota, antara lain Yogyakarta, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Malang, dan Banten,” ujar Sofjan. Maraknya berbagai produk makanan dan minuman impor tersebut menghantam industri nasional. Apindo menemukan sebanyak 70% produk impor makanan, minuman dan kosmetik berasal dari Malaysia, Korea, Thailand, Rusia, dan China. Tercatat, nilai impor produk makanan dan minuman sepanjang periode Januari hingga Juni 2010 telah mencapai USD98,83 juta.

 

Sofjan khawatir jika kondisi ini terus berlanjut akan mengakibatkan industri makanan dan minuman nasional tidak mampu bertahan. “Kalau industri makanan, minuman dan obat-obatan yang diharap jadi tulang punggung saja tidak bisa bertahan, lantas bagaimana dengan sektor industri lainnya. Selain itu dengan menguatnya nilai tukar Rupiah, membuat pengusaha mempertimbangkan untuk lebih baik impor saja,” ujarnya.

 

Pelaksanaan perdagangan bebas oleh berbagai negara termasuk dengan China (CAFTA) diyakini  Sofjan menjadi penyebab utama kian meningkatnya impor makanan dan minuman. Ia juga mengeluhkan mudahnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dalam memberikan izin edar terhadap produk-produk impor tersebut.(uno)