Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Akan Usulkan 6 Proyek Infrastruktur ke AIIB

Jakarta, 14/01/2016 Kemenkeu - Indonesia sebagai pemegang saham Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) terbesar ke delapan akan mengusulkan 6 proyek infrastruktur dengan nilai di atas USD2 juta, selama periode 2016-2017. Ini masih merupakan usulan tahap awal, yang rencananya akan disampaikan oleh Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat pertemuan dengan Presiden AIIB Jin Liqun, di Beijing pada 16-17 Januari 2016.


“Sifatnya ini untuk melengkapi pendanaan yang sudah ada di APBN dan multilateral lain. Ada sebagian project yang sifatnya co-financing dengan multilateral yang lain, apakah ADB atau World Bank. Ini untuk menunjukkan bahwa AIIB ini bukan pesaing untuk yang lain, tapi untuk bisa jadi suplemen dari yang sudah ada,” jelas Menkeu saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (14/01).


Indonesia sendiri adalah pemegang saham terbesar ke delapan dengan setoran modal USD672 juta, yang akan dibayar dalam 5 tahun. Dengan kontribusi tersebut, Indonesia memiliki 3,36 persen dari seluruh modal AIIB. Saat AIIB sudah beroperasi penuh, Menkeu berharap lembaga ini dapat memperhatikan kepentingan negara peminjam. “Yang paling penting juga adalah perlunya kecepatan dalam hal pengambilan keputusan,” tegasnya. (as)