Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia-Australia Perkuat Kerjasama di Bidang Ekonomi, Perdagangan dan Investasi


Jakarta, 07/07/2021 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan akibat pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 mengalami kontraksi, terutama pada kuartal kedua tetapi secara bertahap pulih pada kuartal ketiga dan keempat. Pada kuartal kedua tahun 2021, pertumbuhan diperkirakan akan meningkat sangat kuat sekitar tujuh persen. Namun, sama seperti negara lain di dunia termasuk Australia, di Indonesia juga telah menyebar varian covid delta yang membuat Pemerintah melakukan lebih banyak pembatasan mobilitas masyarakat khususnya di Jawa dan Bali guna menekan penyebaran varian baru tersebut.

“Jadi bagi kami, ini adalah tantangan. Meskipun saya sebenarnya seperti yang saya katakan sebelumnya pada kuartal kedua tahun ini, kami melihat pemulihan yang sangat kuat. Sehingga sebenarnya kita cukup optimis bahwa pemulihan sedang berlangsung, namun kita memang perlu sangat-sangat waspada dengan varian delta covid yang kini menyebar di Indonesia.” jelas Menkeu dalam Economic, Trade, and Investment Ministers’ Meeting (ETIMM) secara daring, Selasa (06/07).

Pada kepresidensian G20 tahun depan, Indonesia akan mendukung agenda investasi infrastruktur berkelanjutan yang dapat memberikan kontribusi bagi upaya pemulihan pertumbuhan ekonomi negara di dunia dalam jangka menengah dan jangka panjang. Selain bekerja sama dengan bank pembangunan multilateral untuk pekerjaan di bidang infrastruktur ini, Indonesia juga akan berkomunikasi dengan Global Infrastructure Hub, dimana Australia membangun kontribusi dalam agenda pembangunan infrastruktur di antara berbagai kepresidensian sebelumnya.

“Jadi kami juga akan memanfaatkan ini dan memiliki kerjasama dan hubungan yang sangat kuat dengan Global Infrastructure Hub. Dengan itu, saya ingin menyampaikan kembali penghargaan dan terima kasih atas dukungannya terutama dukungan pemerintah Australia kepada Indonesia untuk persiapan kepresidensian G20 tahun depan,” ungkap Menkeu.

Pada sesi akhir pertemuan, Delegasi Indonesia dan Australia menyetujui pentingnya nilai dialog berkelanjutan antara kedua mitra strategis dalam mewujudkan Kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, dan sejahtera. Untuk itu, Indonesia dan Australia memiliki komitmen pertemuan Indonesia-Australia ETIMM digelar setiap tahun sejalan dengan komitmen dalam Joint Statement Indonesia-Australia Annual Leaders Meeting (ALM) tahun 2020.

“Saya pikir ini adalah diskusi yang sangat produktif. Kami membahas semua masalah yang sangat penting bagi kedua negara dan langkah nyata yang sedang diambil. Jadi, saya berharap kita dapat terus membangun kerja sama ini, terutama di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata yang akan menjadi yang terpenting bagi kedua negara,” pungkas Menkeu.

Sebagai informasi, Indonesia dan Australia menyelenggarakan Economic, Trade, and Investment Ministers’ Meeting (ETIMM) yang pertama, Selasa (06/07). Pertemuan yang digelar secara virtual tersebut membahas peningkatan kerja sama bidang ekonomi bilateral dan global. Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai pemimpin Delegasi Indonesia, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Investasi yang diwakili oleh Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal, dan Duta Besar RI di Canberra.

Sedangkan Pemerintah Australia diwakili oleh Australian Treasurer Josh Frydenberg, Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan, dan Duta Besar (Designate) Australia di Jakarta Penny Williams.(ip/hpy)