Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Bagi Pengalaman Mengenai Sukuk di Forum IDB

Jakarta, 17/05/2016 Kemenkeu - Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Sukuk Ritel sejak tahun 2009 untuk membantu pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerbitan Sukuk bertujuan untuk diversifikasi investor, pendalaman pasar domestik dan mendukung keuangan inklusif. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan dalam acara 1st Annual Islamic Finance Conference ‘Sukuk for Infrastructure Financing and Financial Inclusion Strategy’ di Jakarta Convention Center, Jakarta pada Selasa (17/05).

Sejak diterbitkan pertama kali, permintaan Sukuk terus meningkat hingga pada penerbitan terakhir yang mencapai sekitar 48 ribu investor. “Pada penerbitan pertama, investor Sukuk berjumlah 14.295 investor kemudian meningkat sedikit 17.231 investor, dan investor pada Sukuk Retail seri 008 mencapai 48.444 investor,” jelasnya. Total jumlah penerbitan Sukuk Ritel seri SR008 mencapai Rp31,5 triliun, dengan jumlah rata-rata volume pembelian per investor sebesar Rp650,2 juta.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Sukuk Ritel memiliki banyak kelebihan, antara lain imbal hasil yang tetap; pajak penghasilan (PPh) yang dikenakan hanya sebesar 15 persen, dibandingkan dengan deposito bank yang dikenakan PPh sebesar 20 persen; serta dapat diperdagangkan dan digunakan sebagai jaminan.

Dalam pemaparannya, ia juga menyebutkan beberapa manfaat Sukuk Ritel. ”Beberapa manfaat dari Sukuk Ritel adalah memperluas alternatif sumber pendanaan APBN, menyediakan instrumen syariah untuk investor ritel, meningkatkan pasar keuangan syariah, mewujudkan keuangan inklusif, dan mengubah orientasi masyarakat dari menabung menjadi berinvestasi,” tambahnya.(ya)