Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjawab isu utang negara di program Rosi yang ditayangkan di Kompas TV, pada Kamis malam (10/08)

Indonesia Darurat Utang? Ini Jawaban Menkeu

Jakarta, 11/08/2017 Kemenkeu - Dalam program Rosi yang ditayangkan di Kompas TV, pada Kamis malam (10/08), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjawab bahwa Indonesia tidaklah dalam kondisi darurat utang seperti banyak diberitakan.

“Utang kita sebagian besar dibeli oleh WNI. Bahkan dalam tabungan bisa diinvestasikan di Surat Utang Negara (SUN). Hal ini sama dengan negara yang modern dimana lebih banyak alternatif investasi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ia kembali ke Indonesia karena ia merasa bisa bermanfaat bagi negeri ini terutama berkontribusi dalam membenahi perekonomiannya melalui APBN yang kredibel dan sehat.

“Saya kembali ke Indonesia karena saya berpikir saya bisa bermanfaat. Saya ingin APBN yang kredibel dan sehat,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa negara maju pun tidak ada yang tidak memiliki hutang. Namun demikian, bukan berarti ia mengedepankan ide berutang sebagai suatu satu-satunya solusi membiayai pembangunan. Ia melihat secara realistis bahwa target pemasukan negara dari pajak belum memenuhi kebutuhan belanja dan investasi Indonesia yang tidak bisa ditunda.

“Saya ingin bertanya ada tidak negara yang tidak punya utang? Singapore utangnya lebih lebih kecil atau lebih besar? (Bagaimana dengan) Amerika, Jepang? Saya tidak bilang kita ingin mengikuti mereka dengan utang yang besar. Idealnya belanja dibiayai sendiri. Para pendiri bangsa mencitakan untuk memiliki sumber daya sendiri melalui pajak. (Namun) kebutuhan belanja banyak dan tidak bisa ditunda. Utang digunakan untuk investasi sehingga ekonomi masyarakat memiliki kemampuan yang produktif dan ekonomis,” pungkasnya. (nr/rsa)