Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Infrastructure Finance Forum, Saatnya Indonesia Mengejar Ketertinggalan

Jakarta, 25/07/2017 Kemenkeu - Indonesia berada pada tingkat pertama dalam hal Trust and Confidence in National Government berdasarkan Gallup Polling pada publikasi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) "Government at a Glance" beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan keynote speech pada acara Indonesia Infrastruktur Finance Forum 2017 di hotel Fairmont (25/07). Level kepercayaan publik merupakan hal yang sangat penting bagi Pemerintah untuk meyakinkan masyarakat bahwa Pemerintah memiliki integritas serta kemampuan yang baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Level kepercayaan publik pada pemerintah Indonesia tahun 2016 mencapai 80%. Angka ini sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara OECD lainnya seperti US, UK, Jerman, bahkan Perancis. Kami bahkan mengalahkan Swiss yang selalu dikatakan tidak dapat dikalahkan," paparnya.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa saat ini Indonesia tertinggal jauh dalam membangun infrastruktur. Hal ini terjadi karena para pemimpin terdahulu sejak krisis di tahun 1997-1998 berusaha untuk menstabilkan kondisi ekonomi, mengembalikan kepercayaan publik, mengurangi utang serta membuat keuangan negara kembali sehat dan kuat. Namun dengan kondisi Indonesia yang sudah lebih baik, rate hutang terhadap GDP sudah cukup rendah, maka sekarang saatnya Indonesia mengejar ketertinggalan tersebut. 

"Mengejar ketertinggalan infrastruktur bukanlah hal yang mudah karena jika kita over doing it kita bisa menjatuhkan banyak keberlanjutan keuangan publik. Inilah mengapa peran private sector menjadi sangat penting," jelasnya.

Menkeu menambahkan, Indonesia akan menggabungkan berbagai macam alternatif dalam skema pembiayaan agar masyarakat tidak hanya dapat menikmati hasil pembangunan infrastruktur dalam jangka waktu yang tidak lama tetapi Pemerintah juga mampu mendapatkan skema pembiayaan yang lebih bertanggung jawab. (ma/nr)