Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Lakukan Transformasi Ekonomi Nasional

Jakarta, 16/08/2011 MoF (Fiscal) News - Indonesia saat ini tengah melakukan transformasi ekonomi nasional, dengan orientasi yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas Rancangan Undang-Undang, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 Beserta Nota Keuangannya, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senayan, Jakarta pada Selasa (16/8).

“Kita patut bersyukur, pertumbuhan ekonomi kita hingga saat ini terus meningkat. Momentum pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat itu telah makin memperluas lapangan kerja,” ujar SBY. Dengan perluasan lapangan kerja, tingkat pengangguran terbuka dapat diturunkan. Pada awal tahun 2011, jumlah pengangguran terbuka turun menjadi 8,1 juta orang atau 6,8 persen. Sementara itu, jumlah penduduk miskin juga berkurang menjadi 30 juta orang atau 12,5 persen. “Upaya ini harus terus kita tingkatkan agar tahun depan, jumlah pengangguran terbuka dapat kita turunkan lagi hingga menjadi 6,4 - 6,6 persen. Dan jumlah penduduk miskin terus berkurang menjadi sekitar 10,5 - 11,5 persen,” tukas SBY.

Terkait hal tersebut, SBY mengatakan Indonesia perlu menempuh langkah-langkah terobosan. “Sejak Desember tahun lalu, saya telah mengajak semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan dunia usaha, hingga BUMN untuk bersama-sama terlibat aktif dalam mempercepat dan memperluas perekonomian nasional,” jelasnya. Upaya ke arah percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi itu, kemudian tertuang ke dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, atau MP3EI.

Menurut SBY, kebijakan baru ini adalah langkah terobosan strategis, untuk melengkapi strategi pembangunan yang bersifat sektoral dan regional. Dalam rancang bangun MP3EI itu, Pemerintah menggunakan tiga strategi besar. Pertama, mengembangkan enam koridor ekonomi Indonesia, yang meliputi: koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan koridor Papua-Maluku. Kedua, memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara  internasional, dan Ketiga, mempercepat kemampuan SDM dan IPTEK, untuk mendukung pengembangan program utama, dengan meningkatkan nilai tambah di setiap koridor ekonomi. (sgd)