Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Masih Menarik Minat Investasi Asing

Jakarta, 30/05/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah optimistis upah tenaga kerja murah di Myanmar tidak akan mempengaruhi Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia, sehingga tidak akan mengganggu penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Pasalnya, setiap negara memiliki keunggulan dan daya saing maupun kelemahan tersendiri yang menarik bagi investor. Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa (28/5).

Menurutnya, keterbukaan pemerintah Myanmar akan memberikan potensi peningkatan pertumbuhan ekonominya dan memperkuat pertumbuhan ekonomi ASEAN. Di sisi lain, hal tersebut akan memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia yang menempatkan Myanmar sebagai mitra dagang dan mitra investasi yang strategis.

“Dalam arti Indonesia berinvestasi ke sana, baik yang swasta maupun BUMN. Untuk realisasi investasi itu kita harapkan kerja sama yang lebih erat di level pemerintah juga akan memfasilitasi keinginan atau minat investasi perusahaan Indonesia ke Myanmar,” terangnya.

Ia mengatakan, dengan diliriknya Myanmar oleh negara-negara industri seperti Jepang, tidak akan menjadi hambatan bagi investasi di Indonesia. Pasalnya, masing-masing negara sebagai pusat produksi mempunyai kekuataan maupun daya saing. “Kita tidak melihat sebagai saingan dalam konteks itu karena Indonesia sudah lebih maju,” pungkasnya. (ans)