Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Menjaga Kerja Sama Perdagangan dan Investasi dengan Tiongkok

Jakarta, 27/01/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menekankan bahwa Indonesia perlu terus meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok di dua bidang, yaitu perdagangan dan investasi. Dalam hal perdagangan, Indonesia harus mengubah pola ekspor ke Tiongkok, dari bentuk mentah kepada barang jadi/barang konsumsi. Ini melihat pada perubahan yang ada di dalam negeri Tiongkok sendiri dimana terjadi peningkatan dalam konsumsi, dan di saat yang sama harga komoditas juga tengah mengalami penurunan.


“Jadi saat China melambat, ekspor dari negara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia meningkat. Cukup ironis karena China melambat tapi ekspor dari negara ini meningkat. Artinya mereka sudah berada di jalur tepat. Harusnya kita juga ekspor produk akhir dan konsumsi ke China,” katanya saat acara Mandiri Investment Forum di Jakarta pada Rabu (27/01).


Peluang lain yang ada adalah kerja sama dalam investasi. Tiongkok masih memiliki kemampuan untuk berinvestasi namun bukan di dalam negerinya. Ditambah lagi dari data, investor terbesar Indonesia memang belum datang dari Tiongkok, Hal ini seharusnya dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk dapat menarik Tiongkok terlibat dalam investasi di Indonesia.


"Sekarang permintaan mereka berbeda. China sudah menawarkan investasi mereka. Strategi kita harus bergeser dari trading ke investasi. Bagaimana kita menarik FDI (Foreign Direct Investment) dari China," jelas Bambang. (as)