Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Miliki Nilai Tambah di Mata Investor



Jakarta, 21/11/2011 MoF (Fiscal) News - Indonesia memiliki nilai tambah yang besar di mata investor, seperti konsumsi domestik yang tinggi dan kelebihan demografis. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan reformasi struktural guna menarik peluang investasi tersebut. Demikian disampaikan Kepala Ekonom HSBC untuk India dan ASEAN Leif Lybecker Eskesen dalam acara “Economic Outlook 2012” di Jakarta, Senin (21/11).

"Prioritas reformasi itu pada aturan ketenagakerjaan, mempermudah syarat dalam melakukan bisnis, memperbaiki hambatan infrastruktur, dan lainnya," kata Eskesen. Ia melanjutkan, progres penyelesaian yang signifikan dalam infrastruktur dapat meningkatkan pertumbuhan secara signifikan.

Secara umum, Eskesen memprediksi pertumbuhan ekonomi tetap baik sampai akhir 2011 dan 2012, yang didukung oleh konsumsi dan investasi swasta. Hal itu akan membuat inflasi dalam posisi tetap. "Ketidakpastian kondisi ekonomi eksternal memang merupakan risiko, namun Indonesia lebih tidak rentan dalam menghadapi kondisi ini," ujarnya. Potensi risiko eksternal dinilai dapat meningkat melalui jalur finansial, yakni pasar modal dan saham. Hal tersebut dikarenakan tingginya modal yang mengalir masuk ke Indonesia. Namun, risikonya dapat diminimalisasi dengan cadangan devisa Indonesia yang tinggi.

Sementara itu, Co Head of Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan mengatakan, dalam pandangan jangka pendek, Indonesia memiliki daya tahan menghadapi guncangan krisis global. "Indonesia memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat," ujarnya. Ia menambahkan, konsumsi domestik dan demografi harus dimanfaatkan untuk mendatangkan investasi ke Indonesia.(sgd)