Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Indonesia Perlu Ubah Strategi Hadapi Tantangan Global

Jakarta, 10/05/2013 MoF (Fiscal) News -  Menurut Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar, dalam menghadapi pertumbuhan global yang sedang melambat, negara-negara berkembang seperti Indonesia perlu melakukan perubahan strategi diantaranya mengubah orientasi strategi ekspor ke pasar domestik dan negara kawasan regional, membangun institusi keuangan yang kuat, menciptakan good governance yang lebih baik serta membangun dan mengembangkan infrastruktur. Demikian disampaikan Wamenkeu saat memberikan keynote speech dalam acara Indonesia Infrastructure Air, Sea and Rail Transportation Fast Track Seminar Series di Jakarta pada Rabu (8/5).

Dengan perubahan strategi tersebut, menurutnya, Indonesia dan negara-negara regional akan terhindar dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global. “Jika kita dapat mengatasinya dengan 4 strategi tersebut, maka kita tidak akan terimbas oleh pertumbuhan ekonomi global yang sedang melambat. Jika tidak, maka kita juga akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sedang dialami dunia sebesar 3 koma sekian persen,“ katanya.

Terkait dengan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia, Wamenkeu menjelaskan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan telah membuat berbagai macam program pendanaan. Untuk persiapan proyek, pemerintah mempunyai PT SMI dan Project Development Fund (PDF). Kemudian  untuk evaluasi, penstrukturan penjaminan, dan penyedia penjaminan untuk Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS/PPP) dalam proyek infrastruktur, pemerintah membentuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Selain itu, dalam proyek geothermal, pemerintah telah membentuk KPS Geothermal Fund.

Kemudian, sebagai upaya pemerintah untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di berbagai sektor strategis yang memberikan imbal hasil optimal dengan risiko yang terukur, pemerintah membentuk lembaga investasi pemerintah yaitu Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Semua program pemerintah tersebut dimaksudkan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan investasi pada sektor-sektor strategis di Indonesia. “Kami telah menangani berbagai macam proyek yang cukup menantang, memang bukan dengan cara yang paling efektif, akan tetapi yang ingin saya sampaikan adalah jika anda melihat pada perspektif yang lebih strategis dan jika kita dapat memfasilitasi program/proyek dengan baik, maka secara komersial Indonesia akan sangat menarik bagi investor,” pungkasnya. (fn)