Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong di Istana Merdeka, pada Rabu (23/08)

Indonesia-Vietnam Sepakati Sejumlah Kerja Sama

Jakarta, 24/08/2017 Kemenkeu - Sejumlah kesepakatan peningkatan kerjasama berhasil dicapai antara Indonesia dan Vietnam. Kesepakatan tersebut dicapai lewat pertemuan bilateral yang dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Sekretaris Jenderal Partai Republik Sosialis Vietnam Nguyen Phu Trong di Istana Merdeka, pada Rabu (23/08).

Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut setidaknya terdapat tiga isu utama yang menjadi fokus pembicaraan Indonesia dan Vietnam yaitu kerjasama maritim dan perikanan, perdagangan dan investasi serta isu kawasan.

"Dalam pertemuan tadi kita memfokuskan pada tiga isu utama, yaitu peningkatan kerja sama di bidang maritim dan perikanan, perdagangan dan investasi, serta isu kawasan," ucap Presiden sebagaimana dikutip dari rilis resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin pada Rabu (23/08).

Dalam bidang maritim, kedua negara sepakat untuk mempercepat proses perundingan dalam penetapan batas wilayah zona ekonomi eksklusif. Sementara di bidang perikanan, keduanya juga sepakat untuk bekerja sama mengatasi pencurian ikan di perairan masing-masing.

"Di bidang perikanan, kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti usulan Indonesia bagi dicapainya sustainable fisheries dan bekerja sama mengatasi illegal unreported and unregulated fishing," ia menjelaskan.

Indonesia dan Vietnam sendiri dalam tiga tahun terakhir berhasil meningkatkan nilai perdagangannya. Oleh karenanya, kedua negara berpandangan agar tren peningkatan tersebut dapat berlanjut di masa-masa mendatang.

"Kita telah membahas berbagai langkah dan inisiatif baru agar target perdagangan sebesar USD10 miliar dapat dicapai. Sebagai negara kunci dan produsen utama lada dan karet di dunia, kita juga bersepakat untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kualitas kedua komoditas tersebut," ujarn Presiden.

Presiden secara khusus meminta kepada Nguyen untuk dapat memberikan perlindungan dan memfasilitasi keperluan para investor Indonesia di Vietnam. Presiden Joko Widodo dan Nguyen Phu Trong menyadari pentingnya kesatuan dan kerja sama di antara negara-negara kawasan dalam mewujudkan visi masyarakat Association of South East Asian Nations (ASEAN) tahun 2025.

"Kita menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam kerangka code of conduct yang akan menjadi dasar yang kuat bagi pengaturan norma komprehensif di Laut Cina Selatan. Kita juga sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai motor bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan," pungkasnya. (nr/rsa)