Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Industri Keuangan Syariah Indonesia Berkembang Pesat

Jakarta, 19/02/2016 Kemenkeu - Di Indonesia, perkembangan industri keuangan syariah mengalami perkembangan yang pesat dalam tiga dekade terkhir. Salah satu prestasi yang bisa dilihat adalah melalui nilai penerbitan sukuk yang mengalami peningkatan signifikan. Pada 2008, Pemerintah hanya menerbitkan Sukuk Negara sebesar Rp4,7 triliun, sementara pada 2015 nilai sukuk yang diterbitkan mencapai Rp118,51 triliun.


"Akumulasi penerbitan Sukuk Negara sejak 2008 hingga pertengahan Februari 2016 adalah sebesar Rp400,1 triliun. Sementara itu, total outstanding Sukuk Negara pada periode yang sama adalah sebesar Rp302,34 triliun," jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan saat acara peluncuran Sukuk Negara Seri SR-008 di Aula Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (18/02).


Menurutnya, sukuk menjadi instrumen pembiayaan APBN, tetapi penerbitannya juga bertujuan untuk diversifikasi investor dan mendukung perkembangan pasar keuangan syariah. Untuk itu, berbagai jenis instrumen Sukuk Negara telah dikembangkan untuk memenuhi berbagai tujuan tersebut, salah satunya di pasar internasional.


"Di pasar internasional, Pemerintah secara rutin menerbitkan Sukuk Global sejak tahun 2009, yang antara lain ditujukan untuk tapping investor syariah dan Timur Tengah" jelasnya.


Pemerintah juga melakukan sinergi kebijakan dalam rangka penempatan dana haji yang dikelola oleh Kementerian Agama. Dalam hal ini, Pemerintah menerbitkan Sukuk Negara seri khusus yang disebut Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI). (as)