Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi 2015 Diyakini Tetap Terkendali

Jakarta, 28/12/2015 Kemenkeu - Inflasi tahun 2015 diprediksi tetap terkendali, antara lain karena semakin membaiknya koordinasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Inflasi pada tahun 2015 sendiri diyakini akan berada di bawah tiga persen.


Menurut Direktur Eksekutif BI Tirta Segara, inflasi kelompok volatile food tercatat cukup rendah seiring dengan terjaganya kecukupan pasokan bahan pangan. “Kondisi tersebut didukung koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah, antara lain melalui TPI (Tim Pengendali Inflasi) dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dalam mendorong peningkatan produksi dan memperbaiki distribusi, serta meminimalkan berbagai distorsi harga bahan pangan,” jelasnya dalam keterangan resmi BI pada Rabu (23/12) pekan lalu.


Selain itu, kelompok administered prices juga diperkirakan mengalami inflasi yang rendah, bahkan berpotensi mengalami deflasi. Hal ini ditopang oleh menurunnya harga energi dunia di tengah reformasi subsidi berupa penyesuaian harga bahan bakar minyak dan LPG 12 kilo gram, serta penyesuaian tarif listrik.


“Rendahnya inflasi administered prices tersebut juga ditopang oleh langkah Pemerintah untuk menurunkan harga solar dan memberikan diskon tarif listrik industri golongan tertentu melalui paket kebijakan ekonomi III,” katanya.


Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali, didukung oleh ekspektasi inflasi yang terjaga, dampak passthrough pelemahan nilai tukar yang terbatas dan tekanan permintaan domestik yang relatif lemah. “Hal tersebut tidak terlepas dari peran kebijakan Bank Indonesia dalam mengelola permintaan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar, dan mengarahkan ekspektasi inflasi,” ungkapnya. (nv)