Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi 2016 Terkendali

Jakarta, 05/01/2017 Kemenkeu – Inflasi tahun 2016 tercatat cukup rendah di angka 3,1 persen sesuai data Kementerian Keuangan. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target indikator ekonomi makro di APBNP 2016 yang sebesar 4 persen. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kondisi ini dikarenakan penurunan harga komoditas serta langkah-langkah pemerintah untuk menjaga produksi dan perbaikan distribusi, utamanya di bidang pangan.


“Harga komoditas yang turun serta beberapa langkah pemerintah untuk menjaga produksi dan memperbaiki arus distribusi telah menyumbangkan secara positif terhadap stabilitas harga di seluruh Indonesia,” jelas Menkeu saat konferensi pers mengenai Realisasi APBN-P 2016 (sementara) di Aula Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (02/01).


Menurut Menkeu, dengan harga yang dapat dikendalikan, daya beli masyarakat pun dapat dijaga sehingga pengaruhnya positif bagi konsumsi, yang turut berpengaruh pada pertumbuhan Indonesia. “Inflasi kan mengukur mengenai harga, dan harga itu kan selalu merupakan hasil demand side atau cost structure-nya. Untuk 2016 karena harga komoditas menurun dan pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan policy-policy yang bisa meningkatkan cost structure,” tambah Menkeu.


Menkeu menyebutkan beberapa faktor risiko yang diwaspadai adalah risiko seasonal atau musiman seperti hari raya keagamaan serta tahun ajaran baru. “Itu perlu untuk diantisipasi  dan juga faktor iklim yang sangat mempengaruhi produksi maupun distribusi, terutama di sektor pangan,” ungkapnya. (as/rsa)