Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Akan Kembali Membaik

Jakarta, 02/08/2013 MoF (Fiscal) News – Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju inflasi akan kembali membaik setelah bulan Juli ini, karena dampak langsung dan tidak langsungnya terhadap harga komoditas sudah tidak terasa. Namun, ke depan pemerintah perlu menjaga volatile food, sehingga dapat menekan laju inflasi.

“Inflasi diperkirakan kembali menurun pada bulan Agustus dan normal pada Bulan September karena dampak BBM sudah turun,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis Malam (1/8).

Ia mengatakan, inflasi Juli di luar perkiraan BI karena permasalahan pasokan bawang merah, cabai, dan daging mendorong kenaikan harga bersamaan dengan permintaan musiman serta kenaikan ongkos produksi. Adapun ketiga komoditas pangan ini menyumbang inflasi sebesar 0,88 persen dari keseluruhan inflasi Juli 2013 sebesar 3,29 persen. “Kita lihat pola historisnya di 2007 itu cuma 0,82 persen. Kalau ini kan karena ada volatile food dan musiman Ramadan tentu ada dari second round effect BBM dan yang paling kena itu volatile food,” jelasnya.

Namun, kenaikan harga pangan ini, tambahnya, telah menunjukan kecenderungan mereda pada minggu terakhir di bulan Juli. Meskipun untuk daging kemungkinan baru akan sampai di masyarakat pada awal bulan Agustus, maka inflasinya akan mengalami penurunan.

Kendati demikian, yang perlu diwaspadai, lanjut Agus, adalah adanya peningkatan harga beras, mengingat saat ini inflasi terkerek oleh harga cabai dan lain-lain sedangkan ke depan kemungkinan akan di dorong oleh beras. “Nanti akan muncul beras, ini area yang musti diwaspadai. Tapi semua pihak sepakat kalau pemerintah bisa jaga volatile food itu, (inflasi) akan ada di kisaran 8 persen,” pungkasnya. (ans)