Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Berpotensi Kembali di Level 4,5 Persen pada 2014

Jakarta, 18/07/2013 MoF (Fiscal) News - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo optimistis inflasi pada tahun 2014 mendatang akan kembali berada di kisaran 4,5 persen. Pernyataan tersebut mengacu pada adanya upaya yang dapat dilakukan pemerintah dan BI serta adanya sejumlah faktor positif yang meredam laju inflasi.

Menurut Gubernur BI, jika neraca transaksi berjalan dapat terjaga dan dikendalikan sehingga kembali pada kondisi surplus, hal tersebut akan membawa inflasi ke level yang lebih rendah. Kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga dinilai akan membantu menjaga kondisi transaksi berjalan. 

Selanjutnya ia juga melihat pentingnya pengendalian stabilitas harga pangan oleh pemerintah, karena hal tersebut mampu meredam inflasi. Selain itu, dengan tidak terlalu tingginya permintaan korporasi akan dolar AS serta adanya penyusutan kepemilikan asing dalam portofolio saham pada gilirannya akan turut memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Ini yang kami lihat bahwa kalau seandainya inflasi bisa kita jaga, current account deficit kita jaga supaya jangan defisit terlalu besar, itulah yang akan membuat nilai tukar rupiah lebih kuat,” jelasnya.

Terkait perkembangan nilai tukar rupiah, ia menyampaikan bahwa depresiasi juga terjadi di berbagai negara, dan hal tersebut merupakan cerminan perkembangan kondisi perekonomian global yang tengah terjadi. "Kalau kita lihat rupiah, kita juga harus melihat bahwa ini (depresiasi mata uang) terjadi karena pergerakan di regional. Jadi, kalau kita lihat ada depresiasi di rupiah kita, itu sebenarnya juga terjadi di negara ASEAN, bahkan mungkin (depresiasinya) bisa lebih besar. Jadi ini memang kondisi dari ekonomi dunia saat ini," jelasnya.(ak)