Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Bulan September Diprediksi Bisa Mencapai di Bawah 0,5 persen

Jakarta, 25/09/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memprediksi tingkat inflasi pada bulan September lebih rendah dibandingkan bulan Juli dan Agustus lalu. “Perkiraan saya di bawah 1 persen, bahkan bisa di bawah 0,5 persen,” ujar Menkeu, Selasa (24/9).

Menkeu memastikan laju inflasi mulai normal setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada minggu ketiga Juni 2013, dan diperkirakan makin melandai hingga akhir tahun. “Juli-Agustus inflasi naik, tetapi nanti September turun lagi di bawah 0,5%, Oktober terus di bawah itu. Jadi rata-rata inflasinya andai bisa dapat lebih rendah dibandingkan Januari-Juni,” kata Menkeu.

Dengan menurunnya tingkat inflasi, Menkeu memprediksi tingkat konsumsi masyarakan akan kembali meningkat. Kenaikan daya beli masyarakat tersebut diyakini bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi. “Itu berarti arahnya sudah membalik kembali ke normal,” kata Menkeu.

Prediksi penurunan tingkat inflasi pada September ini, lanjut Menkeu, dikarenakan pemerintah telah mengantisipasi faktor penyebab terhambatnya pasokan bahan pangan. "Sistem impornya sudah diubah, dari importir terbatas menjadi importir umum. Dengan begitu, pasokan makanan akan lebih lancar dan tekanan pada inflasi akan berkurang,” kata Menkeu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Agustus 2013 sebesar 1,12% atau lebih tinggi dari rata-rata Agustus dalam dua tahun terakhir, dan lebih rendah dari inflasi pada Juli yang tercatat sebesar 3,29%. Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2013 mencapai 7,94% dan inflasi secara tahunan (yoy) 8,79%. Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi 2013 berada pada kisaran 9,0-9,8% (yoy) atau jauh di atas asumsi inflasi yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan 2013 sebesar 7,2% (yoy). (nic)