Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Februari Diproyeksi 0,4 Persen

Jakarta, 28/2/2012 MoF (Fiscal) News – Laju inflasi Februari yang akan diumumkan pada Jumat (1/3) diproyeksikan mencapai 0,4 persen, sehingga membawa inflasi secara tahunan sebesar 4,49 persen. Hal ini didorong dengan masih adanya tekanan cuaca, meskipun sudah mulai menurun. Demikian disampaikan Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman di Jakarta, Kamis (28/2).

Juniman mengatakan, faktor pertama yang mendorong inflasi pada bulan Februari karena adanya gangguan cuaca yang membuat harga makanan mengalami peningkatan dari sisi cabai, bawang merah, bawang putih, daging, ikan, dan harga terigu. Di sisi lain, adanya pembatasan impor holtikultura dan daging memicu kenaikan harga pangan. “Kita tahu harga sayur-sayuran dan buah-buahan karena pasokan impor dibatasi membuat pasokannya tersendat dan membuat harga naik,” jelasnya.

Faktor yang ketiga, sambungnya, adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan yang mulai dirasakan konsumen. Pasalnya, kenaikan TDL pembayarannya dilakukan pada bulan Februari dan implikasinya ke konsumen dengan membayar lebih tinggi. “Dari kalangan produsen membuat harga-harga produksi mereka mengalami kenaikan, tiga hal ini membuat inflasi Februari cukup tinggi,” ungkapnya.

Untuk sisi perdagangan, tambahnya, laju ekspor pada bulan Januari diperkirakan akan positif 0,96 persen dan impor positif 7,21 persen sehingga membawa neraca perdagangan Indonesia mencapai positif 0,12 juta Dolar AS. Kenaikan ekspor di bulan Januari ini dipicu oleh naiknya harga komoditas CPO, minyak, dan karet mengalami kenaikan, sehingga ekspornya meningkat.

Untuk impornya, walaupun YoY mengalami peningkatan tetapi dari sisi MoM mengalami penurunan karena adanya pembatasan impor yang dilakukan pemerintah, sehingga laju impor tertahan. “Hal ini yang membawa trade balance kita kembali surplus setelah sepanjang tahun lalu mengalami defisit,” pungkasnya. (ans)