Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Idul Fitri 2016 Terendah dalam Empat Tahun Terakhir

Jakarta, 03/08/2016 Kemenkeu - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2016 tercatat sebesar 0,69 persen (mtm). Bank Indonesia (BI) menilai, inflasi IHK pada periode Idul Fitri 2016 tersebut cukup terkendali dan lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi periode Idul Fitri dalam empat tahun terakhir.

“Hal ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah serta koordinasi yang kuat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam menghadapi Idul Fitri,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Senin (01/08). Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara year to date (ytd) dan tahunan (yoy) masing-masing mencapai 1,76 persen (ytd) dan 3,21 persen (yoy).

Ia melanjutkan, terkendalinya inflasi Idul Fitri tahun ini terutama bersumber dari inflasi komponen volatile foods (VF) yang terjaga dan inflasi komponen inti yang rendah. Inflasi komponen VF tercatat sebesar 1,20 persen (mtm) atau 7,14 persen (yoy), lebih rendah dari rata-rata inflasi VF pada periode Idul Fitri empat tahun terakhir. Di sisi lain, inflasi komponen administered prices (AP) tercatat sebesar 1,32 persen (mtm), atau secara tahunan mencatat deflasi sebesar 0,85 persen (yoy).

Perkembangan inflasi inti tersebut sejalan dengan masih terbatasnya permintaan domestik, menguatnya nilai tukar rupiah dan terkendalinya ekspektasi inflasi. Ke depan, inflasi diperkirakan tetap terkendali dan berada pada sasaran inflasi 2016, yaitu 4 persen plus minus 1 persen (yoy).

“Koordinasi kebijakan Pemerintah dan BI dalam mengendalikan inflasi akan terus dilakukan, khususnya mewaspadai tekanan inflasi VF akibat dampak fenomena La Nina,” jelasnya. Koordinasi tersebut akan difokuskan pada upaya menjamin pasokan dan distribusi, khususnya berbagai bahan kebutuhan pokok dan menjaga ekspektasi inflasi.(nv)