Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Juli 2017 Terkendali

Jakarta, 03/08/2017 Kemenkeu - Inflasi Juli 2017 terkendali di angka 4,0±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2017 tercatat sebesar 0,22% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi pascalebaran tiga tahun terakhir sebesar 0,28% (mtm). Perkembangan ini merupakan kontribusi positif berbagai kebijakan Pemerintah dan koordinasi yang kuat dengan Bank Indonesia. 

Berdasarkan komponen, inflasi kelompok administered prices dan kelompok volatile food penyumbang dominan terhadap inflasi terkendali. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai dengan bulan Juli tercatat 2,60% (ytd) atau secara tahunan mencapai 3,88% (yoy).

Dikutip dari situs Bank Indonesia, inflasi administered prices tercatat sebesar 0,07% (mtm) menurun dibandingkan bulan lalu sebesar 2,10% (mtm). Penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan daya 900 VA nonsubsidi menurunkan inflasi administered prices di bulan ini. Tarif angkutan antar kota dan kereta api tercatat mengalami deflasi. Sementara itu, tarif angkutan udara masih menyumbang inflasi seiring dengan masih berlanjutnya liburan sekolah. Secara tahunan, inflasi administered prices mencapai sebesar 9,27% (yoy).

Inflasi volatile food tercatat sebesar 0,17% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan lalu sebesar 0,65% (mtm). Penurunan inflasi pada periode ini relatif sama dengan rata-rata periode pascalebaran dalam tiga tahun terakhir yaitu 0,16%, (mtm). Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat rendah, yaitu 1,13% (yoy).

Inflasi inti tercatat sebesar 0,26% (mtm) sama dengan bulan lalu. Inflasi inti pada periode ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi inti pada periode pascalebaran tiga tahun terakhir, yaitu 0,45% (mtm). Kenaikan harga barang dalam kelompok ini terutama disumbang oleh uang sekolah SMA, nasi dengan lauk, kopi manis, mie, uang sekolah SD, air kemasan, mie, dan tarif bimbingan belajar. Secara tahunan, inflasi inti tercatat cukup rendah, yaitu 3,05% (yoy). (nr/rsa)