Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Kuartal I-2014 Diprediksi Lebih Baik

Jakarta, 19/02/2014  MoF (Fiscal) News – Bank Indonesia (BI) memperkirakan, inflasi pada kuartal I-2014 akan lebih rendah dibanding inflasi kuartal IV-2013 yang sebesar 8,4 persen. Hal ini diungkapkan Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Zulverdy di Jakarta, Selasa (18/2).

Namun demikian, ia menambahkan, hal tersebut tidak berlaku untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) seperti Papua, Maluku dan Maluku Utara,  dan beberapa wilayah di Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu. Kenaikan  laju inflasi di beberapa wilayah KTI dan Sumatera terjadi akibat kurangnya pasokan dan distribusi pangan yang terkendala oleh dampak banjir dan bencana alam. "Secara umum inflasi cenderung sudah menurun karena dampak (kenaikan harga) BBM (bahan bakar minyak) sudah berkurang,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, secara umum, untuk tahun 2014 perekonomian Indonesia akan lebih stabil, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang dan defisit neraca berjalan yang menurun ke arah yang sehat. Pertumbuhan ekonomi sendiri diperkirakan berada pada kisaran  5,8 persen hingga 6,2 persen,  dengan inflasi 4,5 persen plus minus 1 persen.


Terkait perekonomian wilayah Pulau Sumatera, pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,5 persen hingga 6 persen, dengan tingkat inflasi mencapai 4,9 persen sampai 5,4 persen. Sementara, pertumbuhan ekonomi di wilayah Pulau Jawa diperkirakan mencapai 6 persen hingga 6,4 persen, dengan tingkat inflasi 4,9 persen hingga 5,3 persen. Untuk KTI, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5 persen hingga 5 persen, dengan tingkat inflasi 4,9 persen hingga 5,4 persen.(ans)