Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Mei 2013 Diperkirakan di Bawah 0,5 Persen

Jakarta, 03/06/2013 MoF (Fiscal) News - Laju inflasi pada Bulan Mei 2013 diprediksi berada di bawah 0,5 persen, akibat adanya beberapa harga makanan yang mengalami peningkatan. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Jakarta.
Menurutnya, pada Bulan Mei tidak ada potensi deflasi seperti yang terjadi pada Bulan April lalu yang mencatatkan deflasi sebesar 0,1 persen. "Mei ini (inflasi) ada di bawah 0,5 persen, tapi tidak deflasi karena beberapa harga makanan yang naik, meski banyak yang turun," urainya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman, yang memperkirakan inflasi  pada Bulan Mei sebesar 0,4 persen, sehingga membawa inflasi secara year on year (yoy) sebesar 5,93 persen. Faktor pendorong inflasi ini, menurutnya, adalah kenaikan harga bahan makanan akibat imbas dari rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Jadi pedagang sudah menaikkan harganya, seperti daging, ayam, minyak goreng, cabai rawit dan cabai merah, ikan dan sayuran mengalami kenaikan cukup tinggi," jelasnya.

Selain itu, adanya pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan terjadinya imported inflation pada Bulan Mei ini. Tekanan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) fase 2, menurutnya, juga akan berimbas pada tekanan inflasi. Namun, ada juga penurunan harga dari komoditas pangan seperti beras, bawang merah dan bawang putih, serta emas perhiasan, walaupun penurunannya tidak sebesar dua bulan lalu.(ans)