Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi November 2015 Tercatat 0,21 Persen

Jakarta, 01/12/2015 Kemenkeu - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, telah terjadi inflasi sebesar 0,21 persen pada November 2015, yang diikuti dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,82.


Menurut keterangan resmi BPS pada Selasa (2/12), dari 82 kota IHK, tercatat 69 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke, sebesar 2,35 persen dengan IHK 127,38 dan terendah terjadi di Ternate, sebesar 0,02 persen dengan IHK 125,90. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang, sebesar 1,02 persen dengan IHK 121,87 dan terendah terjadi di Manado, sebesar 0,01 persen dengan IHK 123,06.


Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,33 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,15 persen; kelompok kesehatan 0,44 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,05 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen. Sementara itu, kelompok sandang merupakan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu sebesar 0,23 persen.


Dalam keterangannya, BPS juga mengungkapkan bahwa tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2015 tercatat sebesar 2,37 persen. Sementara, tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2015 terhadap November 2014) tercatat sebesar 4,89 persen.(nv)