Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi November Tercatat 0,47 Persen

Jakarta, 02/12/2016 Kemenkeu - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi November 2016 sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,18. Dari data yang dikutip melalui laman BPS pada Jumat (02/12), dari 82 kota IHK, 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 2,86 persen dengan IHK 127,58 dan terendah terjadi di Singkawang sebesar 0,05 persen dengan IHK 124,51. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 1,54 persen dengan IHK 128,12 dan terendah terjadi di Kendari sebesar 0,22 persen dengan IHK 121,52.


Beberapa kelompok pengeluaran menjadi pendorong inflasi karena adanya kenaikan harga. Kelompok bahan makanan menyumbang 1,66 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menyumbang 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tercatat 0,02 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok sandang sebesar 0,01 persen.


Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2016 sebesar 2,59 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2016 terhadap November 2015) sebesar 3,58 persen. Komponen inti pada November 2016 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–November) 2016 sebesar 2,84 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2016 terhadap November 2015) sebesar 3,07 persen. (as)