Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Inflasi Relatif Aman, RI Juga Perlu Bawa Neraca Transaksi ke Level Lebih Sehat

Jakarta, 21/04/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia menyatakan bahwa laju inflasi nasional masih dalam kondisi terkendali dan relatif aman. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di sela acara perpanjangan nota kesepahaman (MoU) mengenai Koordinasi Pemantauan dan Pengelolaan Inflasi Daerah. Acara ini berlangsung Senin (21/4) di Gedung BI, Jakarta. Laju inflasi nasional dalam lima tahun terakhir masih berada pada single digit, walau harga Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi mengalami kenaikan beberapa waktu yang lalu.
Tercatat, laju inflasi pada tahun 2011 adalah 3,8 persen. Kemudian pada 2012 mencapai 4,3 persen dan pada 2013 mencapai 8,3 persen. "Untuk tahun 2013, laju inflasi masih tergolong aman dan terkendali meskipun pemerintah menaikkan harga BBM," jelasnya. Mengacu pada hal tersebut, ia optimistis dengan koordinasi yang kian solid antara pemerintah dan BI. Laju inflasi akhir tahun berpeluang sesuai dengan yang telah ditargetkan BI yaitu sebesar 4,5 persen plus minus 1 persen.
Dalam kesempatan itu pula, ia mengingatkan tentang pentingnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mejaga laju inflasi daerah. "Karena inflasi di berbagai daerah akan memberikan pengaruh terhadap laju inflasi nasional," ungkapnya. Selain pengendalian inflasi, Agus tak lupa menyoroti tentang  perlunya untuk terus  menjaga neraca transaksi berjalan. "Kita perlu terus membawa ke level yang lebih sehat. Indonesia harus menjaga kondisi moneter secara ketat, untuk meyakini bukan hanya inflasi terjaga 4,5 plus minus 1 persen, tapi juga untuk mendorong terciptanya current account yang lebih sehat," tandasnya. (ak)