Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Infrastruktur dan Etos Kerja, Kunci Peningkatan Daya Saing Indonesia

Jakarta, 25/01/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan kunci bagi Indonesia dalam memasuki era kompetisi. Kesiapan infrastruktur, lanjutnya, akan meningkatkan produktivitas dan daya saing (competitiveness).

“Dengan infrastruktur itu efisiensi akan menjadi lebih baik, karena harga barang menjadi lebih murah; transportasi, biaya logistik akan jauh lebih murah,” kata Presiden saat memberikan sambutan pada Peluncuran Program Investasi Menciptakan Lapangan Kerja Tahap III, di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (22/1).

Namun, untuk meningkatkan daya saing, pembangunan infrastruktur saja tidaklah cukup, sehingga harus dibarengi juga dengan peningkatan etos kerja. Peningkatan etos kerja harus dilakukan di semua lini, termasuk di pemerintahan. Hal tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan pemangkasan birokrasi terkait perizinan, agar tidak lagi memakan waktu yang lama. “Saya ingin urusan izin itu dalam hitungan jam,” tegasnya sebagaimana dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet.

Presiden menambahkan, pemerintah sendiri saat ini tengah berfokus pada upaya pemangkasan perizinan untuk meningkatkan kemudahan berinvestasi (ease of doing business) di Indonesia. Dengan percepatan perizinan ini, Presiden berharap peringkat kemudahan berinvestasi Indonesia dapat meningkat dari tahun ke tahun.

Seperti diketahui, peringkat kemudahan berinvestasi Indonesia tahun 2016 berada pada peringkat ke 109 dari 189 negara. “Dari dulu naik turun antara 110-120, kalau tidak naik, turun dikit, turun, naik dikit. Saya tidak mau, maunya (peringkat) 40,” katanya.

Oleh karena itu, untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan melakukan pemangkasan terhadap peraturan-peraturan yang bermasalah dan menyulitkan. Presiden mengungkapkan, saat ini ada sekitar 42 ribu peraturan dan tiga ribu peraturan daerah, sehingga penyederhanaan peraturan sifatnya mendesak. “(Peraturan) yang menyulitkan rakyat, yang meruwetkan rakyat, yang menyebabkan kita bertele-tele, sudah langsung hapus,” tambahnya.(nv)