Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Infrastruktur Dasar Harus Jadi Perhatian Para Kader Parpol Terpilih

Jakarta, 28/04/2014 MoF (Fiscal) News - Pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih dan sanitasi yang layak, perlu menjadi perhatian utama dari para kader partai politik yang akan duduk di DPR periode 2014-2019. “Saya hanya berpesan agar parpol dapat menjalanlan pembangunan infrastruktur dasar dituntaskan 100 persen. Indikator dalam infrastruktur dasar, yakni rasio elektrifikasi (listrik), air bersih, dan sanitasi yang layak,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S. Alisjahbana di Jakarta, Sabtu (26/4), seperti dikutip dari infopublik.org.


Dari pemenuhan infrastruktur dasar, masyarakat dapat menikmati manfaat yang beragam, misalnya meningkatkan kesehatan masyarakat dan juga dapat membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selama 5 tahun terakhir, menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh secara konsisten, dan kemiskinan serta pengangguran, baik dari segi jumlah maupun persentase juga berhasil ditekan.


“Ini tentu ada kontribusi dari program dan kebijakan pemerintah. Khusus untuk pengentasan kemiskinan pada lima tahun terakhir fokus pada pogram empat kluster yang utamanya adalah pada bantuan dan perlindungan sosial, pendidikan kesehatan dan bantuan langsung untuk masyarakat miskin, termasuk KUR (kredit usaha rakyat). Ke depan, yang bisa dikembangkan adalah pemberdayaan ekonomi,” jelasnya. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat ada penurunan yaitu 14,15 persen pada tahun 2009 dan kemudian turun pada Maret 2013 sebesar 11,37 persen.


Selain masalah infrastruktur dasar, lanjut Armida, pekerjaan rumah (PR) lainnya yang harus diperhatikan oleh para anggota DPR maupun pemerintah lima tahun ke depan, adalah pemberdayaan masyarakat miskin. Saat ini, tingkat pendidikan masyarakat miskin yang bekerja umumnya hanya lulusan sekolah dasar. “Pekerjaan apa yang bisa dikembangkan untuk membawa mereka keluar dari kemiskinan? mungkin itu barangkali PR untuk lima tahun ke depan,” tuturnya. (fin)