Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam acara Simposium Nasional Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa di Balai Kartini, Jakarta (14/08)

Ingin Daya Saing Kuat, Jadikan Penduduk Sebagai Aset

Jakarta, 15/08/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berbicara mengenai kondisi perekonomian Indonesia di acara Simposium Nasional Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa. Menurut Human Development Index (HDI) tahun 2015, disebutkan rata-rata orang bersekolah di Indonesia hanya 7,95 tahun. Artinya masyarakat Indonesia hanya bersekolah sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk berinvestasi pada pendidikan dan kesehatan.

"Indonesia mempunyai 257 juta penduduk, ini merupakan pangsa pasar yang besar. Kita mempunyai daya saing yang kuat kalau penduduknya adalah aset. Itu artinya dia produktif, mampu berkompetisi, bisa berinovasi, dia kreatif. Untuk menjadi manusia yang seperti itu, dia perlu kesehatan dan pendidikan," jelas Menkeu di Balai Kartini, Senin (14/08).

Lebih jauh, pada diskusi yang mengangkat tema Daya Saing Indonesia di Tengah Perekonomian Dunia, ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dalam hal makro ekonomi. Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang luasnya melebihi benua Eropa. Namun,  jika negara lain sudah berinvestasi pada infrastruktur, pendidikan dan kesehatan sejak 100 tahun lalu, Indonesia baru memulai. Untuk mampu berkompetisi, Indonesia tidak bisa hanya memajukan Jakarta atau Pulau Jawa. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur di seluruh daerah penting dilakukan. "Infrastruktur bukan kemewahan, dia adalah kebutuhan," tegasnya.

Di samping itu, institusi yang baik juga merupakan faktor penting agar Indonesia bisa berkompetisi. Dengan institusi yang baik, Pemerintah akan mencerminkan pengelolaan organisasi yang baik sehingga negara dapat memperoleh kepercayaan dari para investor. (ma/nr)