Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini 3 Tantangan Pengumpulan Pajak

Jakarta, 27/05/2016 Kemenkeu - Tantangan dalam pengumpulan pajak tidak hanya dihadapi oleh Indonesia saja. Banyak negara di dunia yang kesulitan mengumpulkan pajak karena beberapa tantangan seperti menjamurnya perusahaan internasional, keterbukaan transaksi keuangan, serta munculnya ekonomi digital.

 

Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, perkembangan ekonomi global dan kemajuan teknologi menjadi salah satu pencetusnya. “Semakin banyak perusahaan multinasional dan beroperasi di banyak negara, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan itu sudah membayar pajak yang benar di masing-masing negara,” kata Menkeu saat International Conference on Tax, Investment and Business di Aula Dhanapala, Jakarta pada Senin (23/05).

 

Selanjutnya, dengan semakin globalnya transaksi keuangan, pergerakan modal menjadi lebih cepat mengalami perpindahan. “Bukan cuma pindah antar instrumen keuangan tapi juga antar negara. Dan ini jadi permasalah sendiri ketika bicara dimana transaksi pajaknya itu akan dikenakan, karena perputaran yang cukup cepat,” tambah Menkeu.

 

Terakhir, yang menjadikan isu pada pengumpulan pajak menjadi komplek adalah munculnya ekonomi digital. “Selama ini kita kenal ekonomi yang jelas wujudnya, misal ke pasar kita jelas apa yang dibeli dan harganya. Saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi, maka transaksi yang selama ini fisik menjadi transaksi di dunia maya. Hal ini menjadikan pemilik pajaknya tidak jelas, apakah negara tempat berdiri perusahaan atau negara asal perusahaan,” jelas Menkeu. (as)