Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini 7 Kasus Ekspor Lobster Ilegal Senilai Lebih Dari 12 Miliar

Jakarta, 12/01/2016 Kemenkeu - Sepanjang bulan September - Oktober 2015, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil melakukan 7 kali penindakan terhadap ekspor lobster/bibit lobster ilegal. Dari data DJBC, nilai ekspor ilegal ini adalah Rp12,757 miliar. Hal ini juga merupakan hasil kerja sama yang baik dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam kasus pertama pada 18 September di Bandara A.Yani Semarang, ada 16.827 baby lobster senilai Rp2,019 miliar. Pada 1 Oktober di Bandara Adisucipto, ada 534 lobster senilai Rp500 juta. Kemudian pada 7 Oktober di Bandara Adisucipto Yogyakarta ada 320.000 bibit lobster senilai Rp5,4 miliar. Pada 16 Oktober di Bandara Husein Sastranegara Bandung ada 30.000 bibit lobster senilai Rp1 miliar. Kemudian, pada 16 Oktober di Bandara Soetta Jakarta didapat 15.000 bibit lobster senilai Rp450 juta. Pada 19 Oktober di Bandara Internasional Lombok, ada 32.561 baby lobster senilai Rp3,256 miliar, sedangkan Bandara Juanda Surabaya ada 6.600 bibit lobster senilai Rp132 juta.

“Itulah pertama kalinya DJBC aktif melakukan pencegahan ekspor ilegal. Kita cegah dari produk-produk perikanan dan kelautan kita. Modusnya bermacam-macam dan kebanyakan lewat bandara internasional. Jadi kita sadari bahwa mulai ada modus produk-produk perikanan kita diekpor illegal,” tegas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat konferensi pers di Aula Djuanda 1, Kemenkeu, Jakarta pada Selasa (12/01). (as)