Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memimpin Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional di lingkungan Kemenkeu bertempat di lapangan upacara Komplek Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (10/11).

Ini Bentuk-Bentuk Pahlawan Masa Kini Menurut Menkeu

Jakarta, 10/11/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan contoh bentuk pahlawan baru dalam konteks masa kini yang relevan dengan Kementerian Keuangan. Hal ini disampaikannya pada saat  upacara peringatan Hari Pahlawan ke-72 pada Jumat, (10/11) di lapangan kantor pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta. Ia mencontohkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang menjaga Indonesia dari ancaman barang ilegal. 

“Pahlawan-pahlawan dalam jaman kita sekarang ini adalah pertama, jajaran Bea Cukai yang terus menjaga Indonesia dalam memberantas penyelundupan narkoba dan barang ilegal lainnya tanpa kenal takut, lelah, dan tidak kenal kompromi,” tuturnya.

Selanjutnya, ia mengatakan jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai penghimpun penerimaan negara adalah contoh kedua yang relevan dengan konteks Kemenkeu.

“Kedua, jajaran Pajak yang setia menjalankan tugas mengumpulkan penerimaan negara untuk membangun Indonesia. Mereka yang penuh dedikasi dan tidak kompromi serta tidak melakukan korupsi untuk kepentingan sendiri,” urainya.

Terakhir, ia mengatakan seluruh pegawai Kemenkeu yang setia, profesional, dan penuh integritas menjaga dan mengelola keuangan negara untuk rakyat Indonesia adalah pahlawan masa kini.

“Ketiga, jajaran Kementerian Keuangan yang setia, profesional, dan penuh integritas menjaga dan mengelola keuangan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Mereka semua yang terus menggunakan ilmu dan kewenangannya semata-mata untuk memperjuangkan kemajuan Indonesia. Merekalah pahlawan kita hari ini,” jelasnya.

Menurutnya, dalam konteks hari ini, ancaman yang dapat melemahkan dan menghancurkan negara dapat berasal dari berbagai penjuru seperti ancaman terhadap ideologi Pancasila, kebhinnekaan dan persatuan Indonesia, ancaman akibat perubahan iklim yang menyebabkan bencana alam, ancaman akibat perubahan teknologi yang tidak diantisipasi, ancaman kejahatan, kriminal, terorisme, perdagangan illegal seperti perdagangan manusia, narkoba, dan aliran dana ilegal, juga ancaman korupsi. (nr/rsa)