Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Capaian Pusat Logistik Berikat dalam Satu Tahun

Jakarta, 12/04/2017 Kemenkeu - Pusat Logistik Berikat (PLB) telah berdiri selama satu tahun dari peresmiannya pada 10 Maret 2016. Sebagai langkah awal upaya  mempermudah proses logistik di Indonesia, PLB menjadi solusi cepat dan tepat yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dari awalnya “hanya” 12 PLB yang tersebar di seluruh Indonesia untuk dijadikan hub logistik nasional dan Asia Pasifik, saat ini jumlahnya telah berkembang pesat mencapai 34 PLB. Dengan jenis barang timbun yang berbeda-beda, ekstensifikasi pengguna ini dapat dicatat sebagai respon positif dunia usaha terhadap fasilitas PLB.


Saat ini, nilai barang yang disimpan di dalam gudang PLB tercatat sebesar Rp1,16 triliun, berasal dari 20 perusahaan supplier internasional, 34 perusahaan distribusi internasional, dan 97 perusahaan distribusi local. Rata-rata lead time tercatat 1,8 hari di mana jauh lebih cepat daripada impor pada umumnya. PLB juga berkontribusi terhadap penerimaan negara dengan jumlah Bea Masuk sebesar Rp10,28 miliar, PPh Impor Pasal 22 sebesar Rp27,13 miliar, dan PPN Impor sebesar Rp120,09 miliar.


Ke depannya, DJBC akan terus menggiatkan para pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas fiskal dan prosedural dari PLB. DJBC telah menginventaris permasalahan yang masih terjadi selama satu tahun ini dan telah mengambil langkah untuk memperbaikinya. Selain itu, untuk meningkatkan efektivitas upaya perbaikan PLB, DJBC juga telah menjalin koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga lain. (as/rsa)