Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan keterangan kepada awak media selepas Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di gedung Djuanda, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta (22/01)

Ini Hasil Kesimpulan Rapat KSSK

Jakarta, 24/01/2018 Kemenkeu - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyelenggarakan rapat berkala yang pertama di tahun 2018, rapat ini dihadiri seluruh anggota KSSK yaitu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah pada Senin kemarin, (22/01) di gedung Djuanda, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dalam Konferensi Pers seusai rapat di Gedung Djuanda Kemenkeu pada Selasa (23/01), Menkeu menjelaskan bahwa KSSK mencermati sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas sistem keuangan baik dari sisi eksternal maupun domestik. "Dari sisi eksternal, KSSK mencermati rencana kenaikan lanjutan Fed Funds Rate dan normalisasi rencana bank sentral AS, normalisasi moneter negara maju seperti Eropa dan Jepang, moderasi pertumbuhan (rebalancing) ekonomi Tiongkok, dan dinamika konflik geopolitik, sedangkan dari sisi domestik, KSSK mencermati tantangan seperti dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap inflasi atau subsidi, aliran dana non-residen pada pasar keuangan, tingkat permintaan kredit perbankan yang belum sepenuhnya pulih, persepsi pasar terhadap kondisi politik menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pilpres 2019, serta perkembangan mata uang virtual (cryptocurrency) termasuk Bitcoin," ungkap Menkeu.

Pada kesempatan yang sama Gubernur BI mengatakan bahwa bahwa stabilitas makro ekonomi terjaga dan juga stabilitas sistem keuangan terjaga. "Kita melihat bahwa resiliensi daripada perekonomian Indonesia semakin baik dan itu ditandai dengan inflasi yang terjaga dan bisa sesuai dengan target selama 3 tahun terakhir kita juga melihat nilai tukar stabil, dana masuk ke Indonesia juga menunjukkan kondisi yang kuat," jelasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK menambahkan bahwa OJK menyambut baik hasil pertemuan tadi malam. "Kami diskusi yang intinya adalah menyimpulkan bahwa stabilitas sistem keuangan terjaga yang pada dasarnya positif," tambahnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Komisioner LPS menyatakan indikator-indikator yang dipantau sebagai otoritas penjaminan dan otoritas resolusi juga menunjukkan perkembangan yang baik. "Tidak ada perpindahan dana ataupun penarikan dana yang berlebihan. Likuiditas yang kami pantau juga masih aman," tutupnya. (ip/ind/rsa)