Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Keberpihakan Sri Mulyani terhadap Pegawai Wanita dalam Jajarannya

Jakarta, 28/04/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemikirannya dalam acara peringatan hari Kartini di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat (28/04). Ia mengajak semua jajarannya untuk mengapresiasi perempuan pada tataran solidaritas sosial seperti surat-surat Kartini.

“Hal-hal yang sifatnya memberi kesempatan yang sama, itulah inklusivitas. Kebutuhan antara laki-laki dan perempuan memang berbeda, namun kita ingin memberikan kesempatan yang sama. Berarti desain dari policy maupun cara melakukan, harus mengenali perbedaan itu,” ungkapnya.

Di dalam acara yang membuka ruang bagi dialog antar pejabat wanita di lingkungan eselon II dan eselon III Kementerian Keuangan, ia memaparkan kebijakan yang dapat membantu peran ganda bagi wanita bekerja sekaligus aktif mengurus rumah tangga. 

Beberapa diantaranya ialah ia ingin adanya persentase minimal 37% pejabat wanita di lingkungan Kemenkeu. Selain itu, ia tidak hanya menyetujui maternity leave agar tunjangan kinerja pegawai wanita tetap dibayarkan penuh saat ia cuti melahirkan tetapi juga menyetujui percobaan paternity leave bagi generasi millenial.

“Jadi saya minta, maternity leave untuk dibayarkan secara penuh, karena perempuan melahirkan bukannya sedang liburan. Menjaga janin itu tugas yang berat. Belum sakitnya selama sembilan bulan. Jadi, saya rasa itu bukan hanya kompensasi tetapi juga recognition,” jelasnya. 

Keberpihakan lainnya terhadap wanita dalam jajarannya adalah penyediaan fasilitas daycare.

“Yang daycare, saya akan minta Pak Sekjen follow-up komposisi pegawai perempuan yang membutuhkan daycare. Nanti kita akan bikin policy saja di setiap kantor agar ada,” demikian ungkapnya. (nr/rsa)