Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Lima Strategi BI Jaga Sistem Keuangan Indonesia

Jakarta, 29/05/2017 Kemenkeu - Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk memperkuat dan menjaga stabilitas sistem keuangan dan resiliensi sistem keuangan di Indonesia. Untuk itu, BI akan berfokus kepada lima strategi. Ini disampaikan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dalam acara diskusi Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan di Jakarta pada Rabu (24/05).


Strategi pertama adalah memperkuat dan memperluas cakupan surveilans makroprudensial guna mengidentifikasi lebih dini sumber tekanan. “Kedua, melakukan identifikasi dan pemantauan risiko sistemik dengan menggunakan Balance Set of Systemic Risk,” kata Agus, seperti dikutip melalui laman BI.


Untuk strategi ketiga, memperkuat kerangka manajemen krisis melalui penyelarasan indikator stabilitas sistem keuangan dan hasil surveilans BI dengan Protokol Manajemen Krisis (PMK) Nasional. Keempat, mendukung upaya-upaya pendalaman pasar keuangan untuk memperkuat ketahanan pasar keuangan terhadap guncangan. Kelima, memperluas koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah, OJK dan LPS untuk mendukung bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia.


Dalam diskusi ini juga membahas pentingnya koordinasi antarlembaga dalam pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan, khususnya BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi bersama di tataran global maupun domestik, integrasi respons kebijakan yang ditempuh otoritas dan lembaga di sektor keuangan menjadi semakin penting,” tambah Agus. Sinergi antarlembaga merupakan kunci menjaga stabilitas sistem keuangan, guna memberikan ruang pada pertumbuhan perekonomian nasional yang sehat dan berkelanjutan. (as/rsa)