Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Manfaat INA untuk Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan

Jakarta, 04/03/2021 Kemenkeu – Lahirnya Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) yang disebut sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) di Indonesia melengkapi berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk menarik investor di bidang infrastruktur. SWF sebagai salah satu wadah kolaborasi melanjutkan pembangunan melalui ekuitas atau mengurangi eksposur utang.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi pembicara utama pada Webinar bertajuk "Peluang Pendanaan SWF untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia" menyebut berbagai manfaat INA untuk mencapai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. 

“Pertama, (INA) memiliki kemampuan untuk menambah modal bagi pembangunan tanpa meningkatkan risiko utang. Kedua, belajar dari cara kerja yang merupakan best practice dari seluruh dunia. Ketiga, meningkatkan valuasi aset negara. Keempat, meningkatkan kinerja dan manfaat aset yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Menkeu pada acara yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan, Rabu (03/03).

Kehadiran INA diyakini dapat memberikan pilihan kepada investor untuk berinvestasi di Indonesia. Investor dapat berinvestasi melalui pembelian saham, pembelian surat berharga negara, berinvestasi melalui BKPM, dan juga bisa melalui partnership dengan partner lokal.

Menkeu menyampaikan target investasi periode pertama dari INA adalah di bidang infrastruktur sektor transportasi. Hal ini dikarenakan sektor transportasi disiapkan untuk menjaga peningkatan demand atau permintaan ketika ekonomi pulih. Proyek infrastruktur transportasi tersebut meliputi bandara, pelabuhan, dan jalan tol.

“Bangkitnya kembali sektor transportasi akan menandai pulihnya ekonomi Indonesia. Saya berharap dari forum ini akan muncul berbagai komunikasi kerja sama dan investasi bersama antara INA dengan berbagai pihak. Semoga upaya kita untuk terus membangun Indonesia secara berkelanjutan dengan tata kelola yang baik dan manfaat yang nyata bagi masyarakat bisa berjalan,” tutupnya. (dj/mr/hpy)