Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan dalam konferensi pers usai mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepanitiaan kegiatan tersebut di Nusa Dua, Bali (25/08)

Ini Manfaat Indonesia sebagai Tuan Rumah IMF-WBG Annual Meetings 2018

Nusa Dua, Bali, 28/08/2017 Kemenkeu – Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan mengatakan anggaran pemerintah Rp 868 miliar untuk menjadi tuan rumah International Monetary Fund-World Bank Group Annual Meetings 2018  (AM 2018) akan kembali untuk Indonesia dalam bentuk infrastruktur yang dipercepat, pendapatan dari sektor pariwisata dan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Anggarannya Rp868 miliar, Rp243 miliar yang dikeluarkan untuk membayar hotel para delegasi itu akan dikembalikan ke Indonesia. Jadi praktisnya yang kita keluarkan kira-kira Rp655 miliar untuk infrastruktur, logistik dan acara-acara budaya," ujar Menko Luhut dalam konferensi pers usai mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepanitiaan kegiatan tersebut pada hari Jumat (25/08) di Nusa Dua, Bali.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Menko mengatakan perbaikan dan pembangunan berbagai infrastruktur di Bali bukan hanya karena Bali menjadi tuan rumah tetapi juga untuk menyelesaikan proyek yang telah lama tertahan.

"Perbaikan infrastruktur ini tidak hanya semata karena kita akan menjadi tuan rumah Annual Meetings IMF-WB, tetapi dipercepat pelaksanaannya. Ajang ini kita manfaatkan untuk memberi keuntungan bagi rakyat Indonesia. Seperti penyelesaian underpass ke Bandara, Tanjung Benoa cruise terminal yang terkatung-katung selama 17 tahun dan pembangunan TPA Suwung yang lama terbengkalai," kata Menko.

Menurutnya pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dan Marina Benoa akan dimulai bulan depan, sedangkan underpass rencananya akan diresmikan pada bulan Agustus 2018. Beberapa infrastruktur ada yang seharusnya selesai pada 2019 tetapi dimajukan menjadi 2018.

Menko mengatakan, panitia akan menyumbangkan seluruh peralatan yang digunakan pada acara tersebut kepada tuan rumah (Indonesia) seperti komputer yang akan diberikan kepada sekolah-sekolah. Selain itu, Menko mengatakan IMF akan melakukan aksi sosial di Bali.

"IMF mengatakan akan melakukan program CSR-nya dengan membersihkan Pura Besakih, Pura Batur, Pasar Sukawati, kemudian satu pura lagi. Mereka juga akan membersihkan pantai dari sampah plastik," ujarnya.

Menurut Menko pertemuan ini selain diharapkan dapat menggairahkan perekonomian setempat juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata di sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Pemerintah memanfaatkan ajang yang akan dihadiri oleh sekitar 15.000 peserta dari 189 negara ini dengan mempromosikan sejumlah destinasi wisata seperti Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Danau Toba, Labuan Bajo selain Bali sendiri. Panitia nasional menyediakan sekitar 60 paket-paket wisata ke daerah-daerah tersebut.

"Panitia menyediakan paket-paket wisata seperti paket Barrack Obama dan Raja Salman, di mana wisatawan bisa menginap di kamar yang pernah ditinggali Obama dan Raja Salman," ujarnya. (nr/rsa)