Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati Memberikan penjelasan kepada awak media di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (26/02)

Ini Penjelasan Menkeu Tentang Sukuk Global Bond

 

Jakarta, 26/02/2018 Kemenkeu – Pemerintah kembali menerbitkan Sukuk Global Bond melalui penerbitan dengan format Reg S/144A Trust Certificates yang akan jatuh tempo pada tahun 2023 dan 2028 (Sukuk Wakalah).

”US$ 3 miliar ini terdiri dari dua struktur yang satu adalah Green Global Sukuk melalui penerbitan bernilai US$1,25 miliar tenor 5 tahun yang jatuh temponya 1 Maret 2023. Untuk yang 5 tahun ini tingkat imbalan yang kita peroleh dari pelelangan di pasar internasional adalah 3,750% per annum ini adalah 109,5 basis poin diatas US Treasury. Untuk yang 10 tahun nilainya adalah US$1,75 miliar jatuh temponya 1 Maret 2028 dengan tingkat imbal hasilnya adalah 4.4% per annum artinya 147,7 basis poin diatas US Treasury,” jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kepada awak media di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan pada Senin (26/02).

Sukuk Wakalah dengan tenor 5 tahun merupakan penerbitan Green Sukuk pertama kalinya di dunia yang dilakukan oleh pemerintah negara (sovereign) dan juga merupakan penerbitan pertama yang dilakukan oleh Pemerintah di bawah Kerangka Green Bond dan Green Sukuk (Green Bond and Green Sukuk Framework) yang baru ditetapkan.

“Ini adalah bentuk sukuk yang pertama sovereign. Jadi, dalam hal ini kita memanfaatkan sambutan yang sangat baik dari dunia internasional terutama dari market yang memang membutuhkan kombinasi antara sifatnya yang green, berarti comply terhadap climate change dan sukuk. Dalam hal ini, diversifikasi dari instrument konvensional biasa dan kita berhasil mendapatkan pricing yang cukup kompetitif,” ungkap Menkeu. (ip/ind/nr)