Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada awak media dalam usai Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta (26/04)

Ini Perkembangan Amerika yang Perlu Diantisipasi Indonesia

Jakarta, 26/04/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hasil pertemuan Spring Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Washington DC yaitu update perkembangan perekonomian terutama dari Amerika Serikat yang perlu diantisipasi, usai Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR, pada Kamis (26/04).

Ia menyebutkan, Gubernur Bank Sentral Amerika menyampaikan adanya perbaikan ekonomi baik dari sisi pekerjaan maupun inflasi. Mereka juga akan melakukan beberapa penyesuaian kebijakan.

“The Fed akan confirm meningkatkan suku bunga yang telah mereka komunikasikan meskipun tetap akan dilakukan secara hati-hati. Ini berarti kita harus antisipasi bahwa lingkungan global berubah secara cukup firm di dalam jangka waktu 6-12 bulan ke depan,” jelas Menkeu.

Menkeu juga menyatakan bahwa Pemerintah akan melakukan antisipasi perubahan kebijakan tersebut terhadap mata uang dolar dan suku bunga. Namun demikian, ia menyakini defisit akan tetap terjaga pada level 2,19% sesuai UU APBN 2018.

Menkeu menambahkan bahwa terjadinya perubahan dalam lingkungan global dan regional harus bisa dimanfaatkan oleh ekonomi Indonesia, terutama sektor ekspor manufaktur karena kebijakan Amerika akan berpengaruh ke seluruh dunia.

“Kita harus mengambil manfaat. Dengan pergerakan penguatan dolar, ekspor kita harus bisa dipacu lebih bagus karena kesempatannya hari ini mumpung global growth lagi positif. Permintaan dari negara-negara pertumbuhannya lagi tinggi dan competitiveness dari ekspor terutama untuk manufaktur harus dipacu,” tukasnya. (ma/nr/aw)