Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara pada orientasi pengenalan kampus bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tahun 2018, UI pada Sabtu (18/08).

Ini Pesan Menkeu Untuk Mahasiswa Baru FEB UI

Jakarta, 20/08/2018 Kemenkeu-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara talkshow "Kenali Diri, Lampaui Ekspektasi" di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. 

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka orientasi pengenalan kampus bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tahun 2018, Sabtu, (18/08).

Dalam kesempatan itu, Menkeu berbagi pesan dan tips kepada para mahasiswa baru sebagai bekal menjalani masa belajar. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru. 

Pesan pertama, Menkeu mengajak mahasiswa baru untuk selalu bersyukur atas apa yang mereka capai hingga saat ini. 

"Berada di sini maka anda top of the top, maka syukuri apa yang anda capai hari ini. Ini langkah bagus,” ujarnya.

Kedua, Menkeu berpesan agar mahasiswa baru dapat menemukan role model yaitu seseorang yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi dalam belajar nanti. Menurut Menkeu, kuliah adalah proses untuk membuat seseorang menjadi lebih dewasa baik pada segi intelektual maupun sisi kemanusiaan. Menkeu mengibaratkan, perkuliahan adalah tempat dimana sebuah mesin untuk diset ulang menjadi baru menggunakan program yang baik. 

“Kalau kayak mesin untuk direset, (disini) kalian punya banyak contoh yang lebih baik,” ujarnya.

Pesan ketiga, Menkeu ingin mahasiswa menemukan passion yaitu sesuatu yang membuat seseorang merasa tertarik.  Ketertarikan kepada sesuatu akan membuat seseorang ingin mempelajarinya lebih dalam. 

“Maka, cari passion mu, apa yang membuatmu tertarik. Kalau tertarik ekonomi, maka cari isu tentang ekonomi, cari sesuatu yang kalian meletup-letup ingin mengetahuinya,” jelasnya.

Pesan terakhir, Menkeu berharap mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik atas kemajuan teknologi dan pekerjaan di masa depan karena banyak pekerjaan akan tergantikan oleh robot atau artificial of intellegence. Mahasiswa harus mampu menggali potensi yang sulit digantikan oleh robot, diantaranya adalah sisi kemanusiaan. 

“Hal yang tidak bisa digantikan oleh artificial intellegence atau robot adalah yang berhubungan dengan emotion, passion yang berhubungan dengan human dan humanity,” pungkasnya. (lg/ind/nr)