Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Postur yang Akan Berubah dalam RAPBN-P 2016

Jakarta, 22/02/2016 Kemenkeu - Pemerintah telah menjadwalkan untuk mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Pengajuan APBN-P 2016 ini dikarenakan ada beberapa perubahan dalam postur APBN 2016, antara lain perubahan potensi penerimaan pajak, tambahan belanja untuk beberapa sektor yang mendesak, serta adanya Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari tahun 2015.

Untuk perubahan pada penerimaan pajak, hal ini akan bergantung pada jadwal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak yang tengah diajukan oleh Pemerintah kepada DPR. “Kami sudah menyampaikan RUU Pengampunan Pajak, yang punya potensi mendatangkan pajak lebih besar lagi. Tentunya pengajuan APBNP nanti akan kami sinkronkan dengan timing UU Pengampunan Pajak,” jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI pada Rabu (17/02).

Dari sisi belanja, Menkeu menyebutkan bahwa ada beberapa tambahan yang mendesak, salah satunya untuk renovasi Gelora Bung Karno (GBK) sebagai persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. “Pemerintah akan merenovasi GBK, ada sekitar 7 venue plus wisma atlet, dan itu tentunya membutuhkan tambahan anggaran. Tidak semuanya di tahun ini, tapi sebagian mungkin harus sudah mulai dianggarkan di 2016,” tambahnya.

Menkeu juga menyebutkan bahwa tahun lalu masih menyisakan SAL sebesar Rp18-Rp20 triliun. Ia menilai, SAL dapat digunakan untuk menekan bahkan mengurangi kemungkinan penambahan utang. “Kalau kita tidak tambah defisit, ini bisa untuk kurangi utang. Kalau kita tambah defisit, sebagian dari penambahan defisit bisa dari nilai tersebut, jadi kita tidak nambah utang,” tegasnya.(as)