Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ini Realisasi Penerimaan Negara di Penghujung 2019

Jakarta, 08/01/2020 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp1.957,2 triliun (90,4% dari target APBN tahun 2019) pada konferensi pers  Laporan APBN Tahun 2019  di aula Djuanda, Gedung Juanda I, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (07/01). Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2018, realisasi pendapatan negara tahun 2019 tersebut tumbuh 0,7%. 

Penerimaan negara, menghadapi tantangan yang cukup berat, baik dari faktor eksternal maupun internal. Namun Indonesia masih tumbuh 5,05% hingga akhir Desember 2019. 

"Indonesia, dengan tekanan dan global economic environment yang tidak kondusif di tahun 2019, kita tetap mampu menjaga pertumbuhan kita di atas 5%," kata Menkeu.

Lebih rinci, realisasi pendapatan negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.545,3 triliun (86,5% dari target APBN tahun 2019),  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp405 triliun (107,1% dari target APBN tahun 2019) dan hibah sebesar Rp6,8 triliun. 

Capaian penerimaan perpajakan tersebut tumbuh 1,7% dari realisasi di tahun 2018 sebagai dampak perlambatan ekonomi global pada kegiatan perekonomian nasional. Selain itu, pajak sebagai instrumen fiskal juga tetap diarahkan untuk mendorong daya saing ekonomi nasional melalui pemberian insentif dan kebijakan percepatan restitusi pada dunia usaha. 

Di sisi lain, pertumbuhan penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) masih relatif cukup baik di tahun 2019. 

Realisasi PNBP mencapai Rp405 triliun atau 107,1% dari APBN 2019. Meski dipengaruhi antara lain oleh menurunnya penerimaan minyak dan gas (migas) sebagai dampak harga ICP, lifting migas serta harga batu bara yang lebih rendah, namun kinerja pendapatan kekayaan negara yang dipisahkan, terutama dari surplus BI, dan PNBP Kementerian/Lembaga (K/L) memberikan kontribusi yang cukup besar untuk menjaga pencapaian PNBP di tahun 2019. (nws/nr/ds)